Curhat-Setelah Kambuh Maag Kembali Kambuh

Akhir Maret tahun ini banyak jamaah masjid dan pekerja kena flu. Sakit ringan saja sih. Gejalanya cuma bersin-bersin, pilek, dan batuk. Dan aku pun ternyata ketularan.

Biasanya nih, kalau wabah ini muncul, yang aku lakukan cuma 4 hal: makan yang banyak, minum teh anget, makan vitamin c, dan istirahat. Maka besoknya sembuh. Gak jadi kena flu.

Cuma di tempat kerja yang baru ini, dari 4 poin tadi, yang bisa kulakukan cuma 1: minum vitamin c.

Sisanya:

Ya, tanpa makan banyak, karena warung-warung yang buka disekita kantor dan kontrakan, makanannya malah bikin diare dan tidak cocok dengan lidah.

Betul, tanpa istirahat cukup karena si bos anggap penyakit flu itu ringan. Minum obat langsung sembuh dan bisa langung kerja.

Tepat, tanpa teh anget lagi, karena susah cari air panas di kontrakan yang baru.

Apa akibatnya?

Maagku yang sudah sembuh 8 tahun yang lalu itu kambuh kembali. Cuma gejalanya agak beda dengan yang dulu. Sekarang rasanya ada seperti ada sedikit nyeri di bagian kanan atas perut. Tepat dibawah tulang rusuk kanan. Kadang-kadang sih munculnya, tapi ya cukup mengganggu. Dugaanku, ada radang sangat kecil di perut karena aku minum vitamin c yang bersoda, tanpa cukup makan terlebih dahulu. obat maag alami

Aku lalu pergi ke dokter. Ia memberiku resep omeprazole. Lumayan bisa meredakan. Ternyata cara kerja obat ini memang menghambat produksi asam lambung. Selama minum obat ini keluhanku berkurang. Tapi tidak hilang.

Obat ini kemudian habis. Aku lalu menggantinya dengan mylanta. Ga mempan. Aku coba polysilane, gak ngaruh juga. Malah sekarang ada kembung dan diare sedikit.

Karena dokter sebelumnya lokasinya jauh di luar kota, akhirnya aku pergi ke puskesmas. Aku ceritakan kronologinya. Aku juga sempat bertanya soal keluhan sakit perut di kanan atas. Benarkah ini maag? kalo Maag kan sebelah kiri. Akhirnya ia memberikan rujukan untuk cek SGOT/SPGT ke laboratorium klinik terdekat.

“Biar ketahuan penyebabnya. Karena kembung tidak hanya disebabkan oleh asam lambung, tapi juga liver,” jawab dokter atas keraguanku. Mendengar kata-kata liver, dadaku terasa sesak. Masak masih mudah sudah kena sakit liver? Obat yang ia resepkan: antasida, vitazym, dan vitamin B.

Beberapa hari kemudian, dengan obat-obat tersebut, keluhanku sudah berkurang. Maka aku pun gak jadi cek darah. Udah ketahuan penyakitnya, sudah merasa sehat. Tapi begitu obatnya habis, keluhanku balik lagi: kembung, diare, dan mulut terasa pahit jika bangun tidur.

Aku balik ke puskesmas, ketemu sama dokter umum. Dan ceritakan kondisiku. Eh, dia masih resepkan obat yang sama: antasida. Cuma sekarang ada ranitidine. Ketika aku cari di internet, ranitidine berguna untuk mencegah produksi asam lambung berlebih, tapi kata dokter ini, gunanya untuk menyembuhkan radang. Wah, yang bener yang mana?

Gak Sembuh-sembuh walau sudah minum obat.

Aku bingung. Ini sudah dikasih obat kok ga sembuh-sembuh? Malah sekarang ada lemesnya pula. Akhirnya aku tanyain teman yang pernah kena maag atau asam lambung. Jawabnya: ia minum kunyit dan madu. Hasilnya udah lumayan bagus. Tapi masih belum hilang juga. Terutama ada lemesnya itu lho. Aku penasaran.

Akhirnya aku pergi ke puskesmas lain. Aku ceritakan kronologisnya. Dan akhirnya ia menyarankan untuk cek darah: SGOT/SPGT, gula darah, dan koresterol.

Setelah cek, aku konsultasi dengan dokter lain. Hasilnya: masih bagus. Gak ada gangguan. Aku bernapas lega. Ia memberikan saran untuk beli obat ini: inpepsa, omeprazole, ranitidine.

Dua obat selain Inpepsa, aku sudah tahu fungsinya. Tapi inpepsa? Ternyata gunanya untuk melapisi lambung dan dinding usus dari asam lambung. Aku belum beli obat tersebut. Aku masih pake obat lama, antasida, selain minum kunyit.

Tapi berhubung aku baru tahu kalau efek samping antasida adalaah diare, maka aku hentikan obat ini. Aku hanya fokus minum kunyit.

Sembuh?

Ternyata tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *